Rahasia Menjadi Sukses di Marketing itu Percaya Diri

By | August 18, 2022

Banyak sekali diantara kita yang nggak nyangka kalau PeDe itu sebenarnya menyenangkan banget. Tanpa harus bersembunyi dibalik batu besar yang menutupi kita atau mengadalkan orang lain hanya karena merasa kita tidak mampu.

Kadang kita tidak sadari bahwa bersembunyi itu adalah awal kita tidak mempercayai terhadap kemampuan yang kita miliki, sering kali kita memilih tempat duduk di baris paling belakang atau di urutan kedua, mengandalkan orang lain yang menyampaikan gagasan padahal itu adalah ide kita, menunggu teman melakukannya dulu baru kita berani mencoba, meminta atau menyuruh teman yang kita sendiri pun bisa melakukannya.

Coba deh mulai sekarang stop bergantung pada orang lain, semua berawal apakah kamu merasa percaya diri atau nggak? Bingung? Silakan lanjutkan membaca, kamu akan menemukan alasan kenapa kamu harus percaya diri, dan kamu harus tahu pede itu menyenangkan.

Pernah naik permainan roller coaster, bungee jumping, kora-kora, halilintar, terjun payung dan yang extreme lainnya? Coba tebak kenapa ada banyak sekali orang yang menyukai permainan atau olahraga ektrim yang sangat memicu adrenalin itu?

Yups betul sekali. Jawabannya karena sensasi yang menegangkannya itu yang menjadi daya tarik tersendiri tapi tidak sedikit orang yang justru takut dan menghindari dari permainan atau olahraga semacam itu, seperti itulah percaya diri, rasanya memang cukup menakutkan dan membuat kita tidak nyaman tapi sekali kita bisa menaklukan pasti ingin mengulanginya lagi, disitulah letak menyenangkannya. Orang yang percaya diri itu tidak mungkin tidak memiliki rasa takut sama sekali. Orang yang mencoba permainan ekstrim tersebut diatas, sebenarnya mereka juga takut, tapi setelah mencoba dan tahu batas rasa takutnya itu dan mengerti bahwa yang ditakutinya itu hanya batasan di dalam dirinya sendiri, dia akan merasa tertantang dan menikmati setiap terpacunya adrenalin.

Selama pengalaman saya sebagai pelajar hingga menyandang status sebagai mahasiswa saya menemui berbagai banyak macam karakter orang. Mereka unik, hebat, potensial, berbeda satu sama lain tapi memiliki banyak sekali satu garis konsep yang sama, kebanyakan dari mereka memiliki sifat underestimate atau menganggap orang lain lebih hebat, lebih mampu, lebih pintar, lebih benar daripada dirinya, bahkan menaruh dirinya ditempat yang paling terakhir, hanya karena membandingkan kelebihan orang lain dengan kekurangan diri sendiri yang padahal itu belum tentu terbukti, bahkan tak jarang mereka menggunakan dalih rendah hati, tidak sombong dan nggak pamer untuk menjadi alasan pembenaran atas mindernya itu. Terus, dengan bersikap seperti itu dapat dijadikan pembenaran? Tentu saja tidak.

Salah satu teman saya, ada yang cukup pede gilak dah, dia seorang pedagang di salah satu pasar tapi dia tetap berkuliah dan sama sekali dia nggak pernah merasa minder apalagi merasa rendah, mungkin dia adalah salah satu inspirasi saya, suatu hari saya pernah menanyakan begini “Mba, kenapa mba tuh Percaya Diri banget dan nggak pernah malu?” Lantas, dia jawab gini “kalo saya malu, nggak makan.”

Ini jawaban yang membuat saya terperangah, hari gini masih ada mahasiswa yang mau banting tulang dengan menaruh gengsi dan minder diurutan ke sekian demi bisa menyambung hidup dan untuk biaya kuliah? Di kota-kota besar mungkin banyak tapi untuk diantara temen-temen kampus saya, hanya dia yang saya temui seperti itu. Keren banget dah, tiap hari pun dia tetap percaya diri, tidak begitu menghiraukan kata-kata dari orang lain yang sifatnya merendahkan, dia selalu beranggapan bahwa “inilah aku apa adanya” cuek abies dan keren banget dah, selain itu juga dia selalu berpikir positif dan optimis.

Terus apa hebatnya dari orang seperti itu??? Mungkin kita akan bertanya demikian, tapi ada sesuatu hal yang bisa kita pelajari, yaitu alasan kuat dan nyaman tanpa beban menjadi diri sendiri.

Di saat kita percaya diri dengan gaya atau cara orang lain apakah kita pantas disebut percaya diri yang padahal karena menutupi malu menonjolkan karakter atau pribadi kita sendiri sehingga sering kali latah mengikuti idola yang banyak orang eluh-eluhkan itu? Atau hanya karena kita takut ketinggalan jaman sampai kita nyaris tidak percaya diri dengan sisi unik karakter kita sendiri?

Percayalah bahwa untuk menjadi pede itu kita hanya membutuhkan penghargaan pada diri kita sendiri, jadilah diri kita sendiri, ambil sikap yang baik dari orang lain untuk dicontoh, kemudian munculkanlah sebagai karakter pribadi kita sendiri dan teruslah untuk berpikir dari sisi lain yang memang terbukti unik. Jarang terlalu memusingkan apa yang akan dikatan orang lain, atau dengan tanpa disadari mengemis-ngemis pengakuan dari mereka.

Betapa tersiksanya orang jika hanya berpikir dari cara pandang orang lain, pengakuan orang lain, omongan orang lain, penilaian orang lain bukan dari kita sendiri, menganggap diri sendiri inferior, tidak sehebat orang lain dan sebagainya. Ujungnya apa? Kita akan sibuk selamanya memakai topeng yang sudah terstandarisasi oleh orang lain.

Bukankah lebih menyenangkan jika kita menjadi diri sendiri tanpa harus merasa terbebani dengan pendapat orang lain? Tampilah percaya diri karena;

Hidup akan terasa indah jika dihiasi dengan keberanian dan percaya diri dalam setiap menghadapi tantangan.

So, kenapa harus takut? Kamu bisa memilih setiap sikap yang ingin kamu tentukan sediri, karena pada akhirnya kitalah yang akan bertanggungjawab atas diri kita masing-masing. Jadi, inilah alasan kenapa kita harus berhenti sibuk memikirkan nanti orang mau ngomong apa, atau orang akan menilai apa kepada diri kita. Mereka juga belum tentu mikir apa yang mereka omongin, kenapa kita harus overthinking dengan yang mereka katakan?

Simpelnya gini aja, kalau yang orang lain omongin ada manfaatnya, ada baiknya untuk perubahan lebih baik, kenapa harus baper? Ambil pelajarannya! Tapi kalau yang mereka omongin cuman buat menjatuhkan kita, membuat kita tidak nyaman menjadi diri sendiri, komentar destruktif lainnya maka JANGAN DIDENGAR! Show must go on.

Semua akan sangat terasa menyenangkan bila benar-benar dihiasi dengan rasa percaya diri, karena sejatinya setiap tantangan adalah sebuah dinamika yang harus ditaklukan dengan keberanian dan rasa percaya diri yang tinggi. Mulai sekarang stop menyepelakan diri sendiri, merendahkan diri, atau merasa tidak mampu. Siapapun berhak memutuskan untuk percaya diri dan tampil beda sesuai dengan keunikan karakter masing-masing.

Kita terlahir sebagai pemenang bukan pecundang. Bayangkan sebuah perlombaan, dengan berjuta-juta peserta, satu pemenang dan satu gelar juara. Tidak ada juara dua, juara tiga apalagi juara harapan, dan kita pernah memenangkannya, nggak percaya? Berapa juta sel sperma yang bergerak untuk membuahi ovum, dan kemudian ternyata cuma ada satu yang berhasil membuahi sel ovum tersebut, itulah sebabnya kita dilahirkan, kita berasal dari bibit unggul yang sekelas juara terbaik yang tiada duanya, keren banget khan?? Masih nggak sadar juga?

Nah jika sekarang kamu tidak percaya diri, kenapa kesempatan untuk terlahir tidak kamu berikan saja kepada sel yang lainnya?

Tapi kan saya ngga minta?

Heh man! Intinya, semesta percaya bahwa kamu adalah orangnya, yang akan melengkapi dunia ini menjadi lebih indah, terus kamu mau redup begitu aja? Pikir lagi!

Harusnya malu, ketika kita merasa inferior dan underestimate (rendah diri), sementara banyak sekali yang harus kita syukuri daripada kita keluhkan.

Ada yang bilang kalau kita terlalu percaya diri itu terkesan sombong?? Eits jangan salah biasanya kalau ada  yang nganggep orang percaya diri kemudian dia mengatakan sombong biasanya orang itu peminder kelas berat yang iri dengan rasa percaya diri yang dimiliki orang lain, ingat sombong itu ketika kita mengakui dan mengumumkan lebih hebat dari orang lain dengan tujuan merendahkan agar mendapat pujian, itu baru sombong namanya, tapi jika kamu berjalan lebih tegak, melangkah dengan pasti, tersenyum lebar, muka ceria penuh semangat, berbicara lugas, berani, dan selalu menjaga kontak mata itu bukan sombong tapi ciri bahwa kamu adalah orang yang percaya diri.

Masih kurang alasan untuk percaya diri? Ini baru permulaan, jika butuh alasan untuk percaya diri baca bagian selanjutnya, yang pasti percaya diri itu adalah salah satu tanda syukur atas segala nikmat yang telah Tuhan berikan kepada kita semua.

Di belahan bumi sana ada orang yang cacat tapi dia pintar main piano bahkan pernah tampil dalam konser tunggal, dia sangat percaya diri, karena mungkin dia berpikir ‘untuk apa menyesalkan yang tidak dimilikinya sementara dia masih bisa berkarya dengan mensyukuri yang ada dan memanafaatkannya secara optimal’ dan dia adalah  Zheng Gui Gui. Mungkin saja benar dia cacat secara fisik tapi tidak dengan mentalnya, sementara orang yang minder dia merasa cacat, walau se-normal apapun dia, selalu pandai menemukan kekurangan dalam dirinya sendiri yang bisa ia jadikan alasan untuk tidak percaya diri, sudah begitu ditambah dengan mengeluhkan dengan apa yang tidak ia miliki tapi orang lain punya, sampai kapanpun dia tidak akan pernah merasa percaya diri dan tampil menjadi diri sendiri selama masih memenjarakan rasa percaya dirinya dengan menggunakan standar orang lain.

Pernahkah terlintas dipikiran walaupun hanya sebentar saja, betapa menyenangkannya jika apapun yang dilakukan selalu berhasil, apapun yang dicoba tanpa ada rasa khwatir akan gagal, atau ada jaminan pasti semuanya akan berjalan dengan baik?

Tapi pada kenyataannya ini adalah kehidupan nyata bukan khayalan imajinasi atau cerita fiksi dongeng, semua yang dapat memastikan adalah kamu sendiri bukan orang lain, selama kamu percaya diri, maka apapun itu pasti akan menuai hasil, dengan rasa keberanian yang tinggi bukan tidak mungkin kamu akan menjadi.

“Every challenge is an opportunity to discover who we are and see what we can be.

Atau bahasa Indonesianya “Setiap tantangan adalah sebuah kesempatan untuk menemukan siapa kita dan akan menjadi apa” (quoted from wisdom quotes on the dictionary cover) itulah tantangan. Sekarang tantangan terbesarnya adalah apakah kamu termasuk orang yang pede atau nggak? Jangan ngaku pede kalau di setiap diskusi kamu jarang mengemukakan pendapat, atau saat pelajaran berlangsung jarang bertanya hanya karena takut disangka bodoh padahal kamu belum mengerti dan memang ada yang perlu ditanyakan, dalam hati terbersit dan berjanji suatu saat nanti akan berusaha mengungkapkannya, tapi yang terjadi adalah sebaliknya, kamu ambil posisi aman, dan semakin lama semakin tidak berani. Kebuntuan seperti inilah yang harus segera dihancurkan, jangan sampai terlalu lama berdiam diri dalam kubangan rasa takut yang bergelayut dalam hati, semakin berani maka semakin terbuka satu jendela baru dan semakin dekat menemukan siapa diri kita sebenarnya, hancurkan kebuntuan dan tunjukan pedemu sekarang!!!

Jangan menunggu waktu berpihak kepadamu, karena sampai kapanpun waktu tidak akan berpihak kepadamu, silakan saja cari waktu yang tepat pasti tidak akan menemukan, tau kenapa? Karena semua tergantung keputusanmu, jika kamu menentukan hari ini sebagai awal kamu sebagai orang yang totally confident (PeDe Abies) maka semua akan berbalik yang sepertinya waktulah yang berpihak padamu, padahal itu semua karena sikap bukan waktu, waktu itu akan tetap sama, hanya sikap kitalah yang menjadi pembedanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.