Mekanisme Pertahanan Diri atau Self Defense System

By | August 25, 2022

Sejak kecil orang tua kita berusaha menanamkan rasa takut terhadap hal-hal yang akan membahayakan kita, secara tidak sadar orang tua kita telah menginstal suatu program ke dalam memori dan ingatan kita yang disebut Self Defense System, sebenarnya Self Defense System ini baik dan sangat berguna untuk kita agar tubuh kita secara alamiah dapat terhindar dari hal-hal bahaya, seperti halnya, kita dilarang atau ditakut-takuti ketika mendekati api tidak boleh main air di sungai yang dalam, tidak boleh merangkak ke tempat terlalu tinggi, tidak boleh ini, tidak boleh itu dan lain sebagainya, sepertinya orang tua ingin membuat block system yang bisa memastikan kita aman dan dalam kondisi yang baik-baik saja. Self Defense System ini juga seperti dua bilah mata pisau, karena sebagian dari kita yang masih terpenjara dengan sifat minder dan takut melakukan sesuatu hal yang padahal yang akan dilakukannya itu penting sekaligus juga mengandung resiko itu dikarenakan sisa-sisa bekas pemrograman system itu, nah karena ada Self Defense System inilah kita menjadi orang yang sangat protektif dan terlalu mempertimbangkan dan kemudian biasanya melakukan block atau menerapkan system pertahanan agar kita merasa aman, lalu jika bersembunyi dibalik ketakutan itu aman, kenapa masih tidak tenang juga? Itulah pentingnya kita untuk mengetahui kapan kita menggunakan Self Defense System  dan kapan kita segera take action, ingat rasa yang muncul akibat ditakut-takuti sisa dari instalasi Self Defense System  jangan kamu bawa ketika akan bertindak, cobalah untuk keluar dari rasa takut itu dan jadilah percaya diri, saat ini harusnya kamu sudah mahir membedakan mana yang harus dihindari dan mana yang harus kamu lakukan jangan sampai suara-suara sugesti ketakutan menguasai kamu, karena mungkin yang saat ini kamu takuti itu justru yang membesarkan dan menjadikanmu.

Banyak sekali ketakutan-ketakutan yang diakibatkan larangan-larangan orang tua yang nggak boleh ini dan nggak boleh itu, dan Self Defense System  justru akan menjadi boomerang dan malahan berpotensi menjadi Block Mental jika kita tidak bisa memahami mana bahaya dan mana tantangan. Saya ada cerita inspiratif tentang block mental ini : di sebuah kebun binatang, ada seekor gajah yang sejak kecil dirantai baja kuat hingga semua gerakannya sangat terbatas, saat ia mencoba untuk berontak ia kewalahan hingga akhirnya pupuslah sudah harapannya untuk melepaskan jeratannya itu sampai anak gajah itu tumbuh besar menjadi gajah dewasa, pada suatu hari keeper atau penjaga gajah tersebut mengganti rantai baja tersebut dengan tali plastik yang untuk ukuran tenaga manusia pun bisa sangat mudah untuk dilepaskan, namun apa terjadi dengan gajah tersebut?? gajah yang sejak kecil dirantai pakai rantai baja itu sama sekali tidak berusaha untuk melepaskan diri, sangat berbeda sekali dengan saat gajah tersebut ketika masih kecil, padahal jika ia berusaha sangat mudah sekali meloloskan diri karena pengikatnya bukan lagi baja kuat tapi hanya tali plastik biasa, itulah block mental akibat dari sesuatu yang ditanamkan sejak kecil. Jika dari awal kita sudah membatasi diri untuk percaya diri maka bukan tidak mungkin kita juga akan susah menjadi percaya diri walaupun padahal keadaannya sudah terbalik semuanya lebih mudah daripada dulu, kondisi yang dirasakan justru masih merasa terbebani dan menolak untuk memulai dengan cara-cara baru, dan yang harus diingat adalah kita harus memahami dan mengerti mana yang berbahaya dan mana yang termasuk tantangan, karena percaya diri itu akan tumbuh saat kita terlepas dari block mental dan Self Defense System  yang keliru.

Sering sekali kita membuat batasan-batasan yang kita tentukan sendiri dalam melakukan hal-hal yang sebenarnya penting untuk dilakukan hanya karena kita takut, ingat yang nggak boleh dilakukan itu yang jelas-jelas dosa, sisanya ya harus dilakukan dengan penuh percaya diri apalagi jika itu tantangan yang akan menjadikanmu bernilai dan lebih berguna, seperti pembahasan sebelumnya, semua akan membuat kamu dekat dengan cita-cita dan impianmu jika kamu tampil percaya diri.

Jangan bebani diri sendiri dengan anggapan dan sugesti pikiran yang membuat kamu merasa takut dan menjadi tidak percaya diri, menjadi percaya diri itu tidak sesulit yang dibayangkan, bahkan tidak ada rahasia di dalamnya, itu artinya setiap orang punya hak untuk percaya diri dan bisa menjadi percaya diri.  

Hal yang paling membahayakan adalah ketika Self Defense System berubah menjadi Block mental akut dan stadium atas, apa yang akan terjadi? Sesorang yang menderita block mental yang akut akan selalu pesimistis, merasa tidak mampuh,menganggap semuanya susah, merasa inferior, tidak berbakat, takut melakukan hal yang tidak biasa dan yang lebih bahaya lagi kalau sudah mengajak temannya untuk berpikir sinis dan negatif seperti yang ia rasakan itu dan untuk mengobatinya sangat susah jika tidak ada kemauan dari dalam dirinya. Langkah sederhana untuk terhindar dari sifat penyakit seperti ini adalah dengan bergaul atau berteman dengan orang-orang yang percaya diri dan selalu berpikir optimis yang selalu berbagi semangat dan keceriaan, dengan begitu secara alami kamu akan terbawa menjadi pribadi yang percaya diri juga.

Harus tahu dan paham benar-benar mengerti tentang self defense system ini, jangan sampai juga karena terlalu percaya diri menjadikan kamu tak terkendali dan menentang semua batasan dan melanggarnya, mengabaikan nasihat baik dari orang tua, dan tidak berlaku hormat serta terlihat congkak, menganggap orang lain lebih rendah, itu bukan percaya diri dari hasil mengendalikan self defense system tapi itu bentuk arogansi yang tidak semestinya ada dalam diri kamu yang baik itu, yang pantas mendapatkan penghormatan karena kesetiaanmu pada kesopanan dan etika, pede yang benar itu adalah perpaduan antara keberanian dan sopan santun yang mencirikan akhlaqul karimah, bukan pede yang arogan, sombong dan congkak. Semoga dapat memahami konsep pede yang sebenarnya ya, ingat orang baik itu harus pede dan berani, oce?

Nilai kamu di mata masyarakat dan kawan akan menjadi meningkat saat kamu benar-benar memahami konsep percaya diri dengan benar. Sebab orang yang percaya diri yang menunjukkan keberaniannya untuk kebaikan, kebaikan untuk dirinya sendiri dan orang lain, akan menjadikan dirinya mendapatkan penghormatan dan tempat yang spesial di hati mereka, banyak sekali orang yang berpendapat bahwa anak muda yang pede itu sombong tapi abaikan aja pendapat itu, dan buktikan bahwa percaya diri yang kita miliki itu berbeda karena ini adalah percaya diri yang berpadu dengan rasa hormat. Banyak yang mengatakan bahwa percaya diri itu katanya lebih mendekati sifat sombong. Perbedaannya memang tipis, namun kamu harus tahu bahwa pede dengan sombong itu jauh terpisah dan sangat berbeda, kamu meyakini bahwa kamu bisa itu bukan sombong, sementara kamu minder dan berharap orang berada dibawah kemampuanmu agar percaya diri itulah sombong yang sesungguhnya.

Kesimpulan untuk bagian ini adalah;

  1. Pahami self defense system

Pahami dan mengertilah bahwa self defense system itu bukan batasan kita untuk menjadi percaya diri, melainkan system alami yang akan membuat kita terhindar dari bahaya.

  • Pede itu BUKAN arogan

Tunjukan pada dunia bahwa kamu adalah orang yang percaya diri, dengan sebenarnya percaya diri dan bukan karena sombong apalagi bertujuan untuk merendahkan orang lain.

  • Jadilah yang baik dan yang pede

Orang baik yang percaya diri akan mendapatkan tempat yang khusus di hati setiap orang yang mengenal kamu jika kamu orang baik yang percaya diri, karena pede mu itu akan menjadi tenaga untuk membantu satu sama lain tanpa harus merasa canggung untuk melakukannya, itu sebabnya orang baik yang percaya diri itu lebih disegani.

“Meyakini bahwa kamu bisa melakukan yang orang lain tidak bisa lakukan itu BUKAN sombong. Tapi apabila minder dan berharap orang berada dibawah kemampuanmu agar percaya diri itulah sombong yang sesungguhnya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.