Cara Mudah Membangun Percaya Diri

By | August 27, 2022

Membangun rasa percaya diri itu sama dengan membangun sebuah bangunan, dibutuhkan konstruksi pondasi yang sangat kokoh agar ketika bangunan itu jadi maka akan menjadi kuat dan tak tergoyahkan, dan pondasi utama untuk membangun percaya diri adalah dengan sikap mental yang tangguh dan selalu berpikir besar, untuk membangun sebuah bangunan kokoh tidak cukup hanya dalam satu hari begitu juga dengan mental dan sikap percaya diri, melatih dan berusaha menemukan bakat yang berasal dari ketertarikan adalah salah satu kunci membangun percaya diri, temukan apa yang menjadi ketertarikan kamu terhadap suatu hal dan yang menjadikanmu merasa lebih mudah melakukannya daripada orang lain, dan jika dapat menemukan maka itulah yang disebut bakat, setiap orang mempunyai bakatnya masing-masing, tidak ada orang bodoh di dunia ini yang ada adalah orang yang malas menggali potensi dirinya sendiri, jangan pernah minder jika saat ini kamu tidak pintar secara akademis, jangan merasa tidak berbakat jika hanya karena ulangan matematikamu hanya mendapatkan nilai pas KKM, kamu akan tersenyum di puncak kesuksesanmu nanti ketika kamu mengingat saat-saat seperti sekartang ini yang masih belum bisa apa-apa dalam hal apapun, itu sama sekali bukan penghalang menuju kesuksesan dan keberhasilan mu yang dibangun atas sebuah bangunan yang disebut percaya diri, teruslah berupaya untuk menemukan bakat paling terpendammu dan jadilah yang terbaik yang percaya diri. Saya ingin sekali menjadi orang yang paling mengerti tentang masalahmu, kendalamu, dan yang membebanimu untuk bisa berbagi beban berat dipundakmu, duduk bersamamu membicarakan hal yang bisa membangun percaya diri dengan menemukan kemampuanmu, karena saya meyakini kamu adalah orangnya, yang memiliki bakat yang berbeda dengan yang lainnya, kamu sulit melakukan ini karena mungkin memang kamu ahli melakukan itu, tersenyumlah saat kamu tidak bisa melakukan suatu hal, tersenyumlah saat kamu gagal, tersenyumlah saat kamu belum bisa mendapatkannya, dengan begitu kamu sudah berhasil untuk menghargai setiap hak kamu untuk bahagia, meski berat melakukannya disaat kepenatan meradang dan hinggap di pundakmu yang masih belum sekuat orang-orang besar yang telah berhasil dan meraih semuanya, lihatlah dirimu di depan cermin saat kamu tersenyum diatas semua penderitaan, kegagalan dan kesedihan. Di saat itulah kamu terlihat anggun dan gagah betapa pantasnya dirimu menjadi orang yang terus optimis dan percaya diri, kegagalan pasti akan malu dan jerah untuk mendekati orang sepertimu, jika saat ini kamu merasa sebagai orang yang tidak berbakat percaya diri, mulai sekarang bangunlah rasa percaya diri itu, mulai dari hal yang kecil yaitu tersenyum dalam kondisi apapun, karena senyum wajahmu akan mudah dikenali sebagai orang yang menyenangkan, menggembirakan dan menjadi garnis (penyegar dan pemanis) bagi siapapun yang melihatnya, jika kamu seorang wanita, tersenyum itu penambah cantikmu, jika kamu seorang lelaki, tersenyummu itu penambah kegagahan dan ketampananmu itu, wajahmu akan sangat segar dilihat daripada saat kamu cemeberut, dan ingatlah yang pertama kali orang lihat darimu adalah wajahmu, persepsi orang pun akan menilai kamu sebagai pribadi yang asik dan menyenangkan, serta mudah bergaul dan berteman dengan siapapun. Setelah kamu dapat tersenyum, tetaplah fokus untuk menemukan bakat kemampuan terbaikmu.

Ini adalah cerita saya, saya pertama kali mengajar pada waktu PPL kebetulan sendirian tanpa ada teman lain, hal ini terjadi karena memang saat itu saya mendapatkan jadwal yang berbeda dengan teman-teman saya lainnya, sebetulnya saya punya banyak alasan untuk kabur karena tidak percaya diri, coba bayangkan lingkungan baru, suasana baru, orang-orang baru dan ditambah tidak tahu apa yang harus saya lakukan, sepertinya lengkap sudah, sementara itu saya harus mengajar dikelas yang siswanya pun belum saya kenal, disinilah saya menggunakan beberapa jurus PeDe untuk menaklukan rasa takut saya, saya mengembalikan semua persepsi dalam otak dan menempatkan semua orang pada porsi yang benar, artinya gini kita sama-sama makan nasi, apa yang harus ditakuti? Paling-paling kita malu-maluin itu aja sih, terus kalau kita tidak mau memberanikan diri pas diawal, kapan kita belajar? Kenapa harus malu? Selain itu juga yang menggunakan mantra sakti Aku PeDe, Aku Percaya Diri yang ada di bab berikutnya, dan apa yang terjadi?? Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, saya sedikit merasa lega kita saya berhasil menempatkan orang lain pada posisi yang tepat, kalau terlalu berlebihan anggapan kita terhadap orang lain maka minder dan tidak percaya diri adalah kepastian.

Kesimpulan dari pengalaman saya adalah saya bukan orang yang cukup percaya diri dan sampai sekarang pun masih belajar untuk menjadi percaya diri yang benar-benar percaya diri, mulai dengan menempatkan orang lain pada posisi yang benar dan berimbang dari cara pandang saya terhadap orang lain karena itu akan menjadi pondasi awal membangun rasa percaya diri yang sesungguhnya, percaya diri itu mudah yang susah hanya menumbuhkan kemauannya untuk menjadi percaya diri, ini indikasi jika sudah ingin percaya diri tapi masih belum bisa percaya diri itu berarti kemauannya belum begitu kuat dan belum sungguh-sungguh. Teruslah berjuang membangun dan menumbuhkan sikap dan rasa percaya diri.

Ada hal yang unik dari kata-kata dosen saya yang mengatakan “pertanyaan bodoh adalah pertanyaan yang tidak pernah dilontarkan” (Mr. Suwardi) ada yang tahu apa artinya?? Benar sekali bahwa bodoh dan pintar itu bukan hanya pada satu intelligence saja, tapi bodoh dan pintarnya sesorang itu terletak pada sikapnya, berani atau tidak? Pede atau minder? Itu aja sih, kebanyakan dari kita takut bertanya karena khawatir disangka nggak pinter, atau kita nggak berani bertanya karena takut hal lain yang padahal itu hanya pendapat pribadi kita sendiri yang belum tentu benar, yang benar ya percaya diri dan bertanya kalau memang ada yang ingin ditanyakan tanpa harus membebani dan membatasi diri untuk bertanya dan menjadi yang percaya diri, lakukan dengan rutin sikap-sikap yang dapat membangun Pede dan perhatikan apa yang terjadi?

Setelah tahu bahwa bodoh dan pintar itu terletak pada sikap atau lebih tepatnya pilihan sikap, masihkah kita beralasan untuk minder?

Leave a Reply

Your email address will not be published.