Kekuatan Percaya Diri yang Membuncah dan Membahana

By | August 28, 2022

Siapa bilang pede tidak membawa kekuatan ajaib? Seperti magic atau sulap dan tanpa disadari ketika rasa percaya diri itu menguat dalam diri maka semuanya akan terasa lebih mudah untuk berprestasi, menjadi lebih berhasil, lebih disukai teman-teman, lebih mudah bergaul, lebih  bersyukur, lebih merasa indah dalam hidup, lebih nyaman dan yang lebih penting adalah itu menandakan semakin dekat dengan cita-cita, itulah kekuatan pede yang sesungguhnya.

Pernah dengar sebuah cerita seorang sales yang super pede? Inilah kisahnya, sebut saja namanya Budi, Budi adalah seorang sales sebuah showroom mobil bekas di sebuah kota besar, di awal dia bekerja, sama sekali dia tidak mendapatkan pelanggan bahkan dia bingung semua cara sudah dilakukannya, tapi tetap tak satu pun orang berniat membeli darinya, hari demi hari berjalan terus seperti itu, dia tahu sebagai seorang sales gajinya ditentukan dari hasil penjualannya, selama itu pula dia tidak mendapatkan  gaji, hanya mendapatkan uang makan dan uang transportasi saja, hingga akhirnya dia berusaha mengevaluasi cara dia dalam menjual mobil tersebut, dan mengapa orang lebih mudah menolaknya daripada deal untuk membelinya. Setelah berhari-hari dia memikirnya dan ternyata dia menemukan masalah utama yang menjadi penyebab tidak lakunya mobil yang ditawarkannya itu. Jawabannya sederhana, orang-orang atau calon pembeli lebih menyukai sales yang dapat meyakinkannya pada saat ia menjelaskan tentang apa yang ditawarkannya dengan penuh percaya diri, sementara Budi selalu gugup dan kurang percaya diri, sebenarnya ini wajar karena orang yang setiap hari Budi temui adalah orang penting dan golongan orang ekonomi menengah keatas atau bahkan orang kaya, orang-orang pada umumnya akan merasa minder jika berbicara apalagi untuk meyakinkan orang penting, orang kaya atau orang yang (menurutnya) lebih tinggi daripada dia. Setiap hari Budi berlatih beberapa bulan untuk menjadi percaya diri dengan melatih dan membiasakan kontak mata saat berbicara, berbicara lugas, menampilkan muka seramah mungkin, penuh optimisme, berjalan 25% lebih cepat dan berjabat tangan dengan hangat serta membuat kata-kata ajaib yang bisa menumbuhkan rasa percaya dirinya itu, hasilnya sungguh mencengangkan, dalam beberapa tahun dia menjadi sales terbaik dengan penjualan terbanyak, orang-orang atau calon pembeli lebih suka membeli dari Budi, karena dari pelayanan dan kemampuan meyakinkan pembelinya sangat mengena dan mampu membuat orang tertarik untuk langsung deal dengan penawaran yang dilakukan Budi, ini sungguh benar-benar menakjubkan, dari seorang sales yang minder, lebih sering dan mudah ditolak, tidak percaya diri, pesimis dan lain sebagainya kini menjelma menjadi sales terbaik super pede hanya dengan mengambil tanggungjawab pribadi untuk memperbaiki dan mengubahnya menjadi lebih percaya diri dan dengan menampilakan sikap optimis yang benar-benar membuat dirinya yakin mampu dan dapat meyakinkan orang lain, sudah tahu kalau pede itu benar-benar memiliki kekuatan? dan masih banyak lagi cerita-cerita lainnya yang hanya dengan bermodalkan percaya diri dan keyakinan dalam diri menjadikan mereka dapat sedikit lebih maju daripada yang lainnya dan bahkan dapat meraih apa yang mereka inginkan, jika saat ini masih bertanya-tanya apakah benar hanya dengan percaya diri saja orang bisa berhasil? Jawabannya Tidak, karena untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan atau keberhasilan kita tidak hanya membutuhkan rasa percaya diri saja melainkan sikap lainnya juga, percaya diri adalah salah satu dari komponen terpenting untuk meraih keberhasilan.

Ketika rasa percaya diri itu sudah benar-benar mengalir kedalam diri kita, menyatu dalam setiap detak jantung dan hembusan nafas, maka setiap langkah kita dan apapun yang kita lakukan akan menjadi sangat ringan, semua benar-benar seperti berpihak kepada kita, setelah itu kita akan mengetahui betapa pentingnya memiliki sikap rasa percaya diri itu, jarang sekali orang-orang memikirkan bagaimana memiliki sikap percaya diri dan untuk apa percaya diri itu? Padahal sudah cukup jelas, semua akan menjadi tidak sesulit seperti saat tidak percaya diri, disadari atau tidak sebenarnya yang menjadikan awal rasa malas untuk melakukan sesuatu hal penting adalah bermula dari rasa tidak percaya diri, setiap kali kita (ketika masih menjadi siswa) diminta oleh guru kita untuk maju dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru kita, jarang sekali memberanikan diri untuk tampil ke depan dan menjawab pertanyaan itu dengan penuh percaya diri, yang ada malah kita enggan dan bersembunyi dibalik tembok yang kian menebal menjadi rasa takut. Coba seandainya memberanikan diri, maka resikonya cuma ada dua, menjawab benar kemudian mendapat pujian atau salah kemudian berusaha memperbaikinya lagi menjadi lebih baik. Dari kedua kemungkinan itu sebenarnya tidak ada hal terburuk yang akan menimpa orang-orang percaya diri, jadi kalo gitu orang yang percaya diri itu selamanya tidak akan pernah merasa rugi atau gagal atas apa yang dilakukannya itu jika yang ia lakukan adalah hal benar dan baik, karena apabila gagal maka itu adalah kesempatan untuk memulainya lagi dengan memperbaiki yang menjadi penyebab kegagalan atau kesalahan tersebut, sangat berbeda jauh dengan para peminder yang apabila salah atau gagal maka ia cenderung menyalahkan orang lain, menyalahkan situasi, menyalahkan semua yang ia anggap salah dan berperan dalam kegagalannya, sudah kelihatan perbedaannya? Selalu terlihat orang percaya diri itu berani mengambil tanggung jawab pribadi (take personal responsibility) dengan gagah mengatakan dalam dirinya, “ini adalah tanggungjawabku, tugasku untuk menjadi berani dan percaya diri dalam kebaikan, tidak ada yang harus disalahkan dalam kegagalanku yang ada adalah ini pembelajaran terbaik untukku”.

Berarti kalau begitu percaya diri yang sesungguhnya hanya berlaku untuk hal-hal baik saja??! Yaps Betul, terus berarti ada dong percaya diri untuk hal yang tidak baik? Bukannya ada tapi banyak, yang ini bukan percaya diri tapi bentuk arogansi titipan sisa-sisa zaman jahiliyah, itu sebabnya sesungguhnya tidak pantas untuk digunakan di zaman modern ini, contoh percaya diri yang tidak pantas itu seperti: naik motor kebut-kebutan (ugal-ugalan) boncengan tiga, berbicara kasar dengan nada kasar saat berbicara kepada orangtua, temperamental dan suka berkelahi, berjalan congkak dan sombong, tidak menghormati orang yang sedang berbicara dengannya, dan masih banyak lagi, yang seperti itu sebenarnya bukan percaya diri walaupun orangnya terlihat berani dan penuh percaya diri, mereka itu adalah korban dari sisa-sisa jaman jahiliyah, maka tidak pantas untuk ditiru orang sebaik kamu J.

Hadiah utama bagi orang baik adalah kebaikan, yang memang seharusnya sudah dilengkapai dengan rasa percaya diri untuk melakukan hal-hal baik, banyak sekali diantara kita yang enggan menolong sesama hanya karena kurang pede bisa atau ngga ya? Serasa ia kekurangan energy untuk membantu sesama, tapi akan berbeda jadinya jika kita percaya diri, suatu hari ada seorang remaja melihat kakek-kakek membawa barang angkutan di sepedanya begitu banyak dan terlihat berat dan sangat merepotkannya sekali, tiba-tiba tergelincir,  saat itu pula seorang remaja tersebut langsung bergegas menolongnya tanpa merasa ragu lagi, yang padahal jika dia berpikir bisa atau ngga ya? Pasti batal menolong kakek itu, dia mampu meyakinkan diri sendiri tersebut bahkan tanpa sekalipun dipikirkan sebelumnya. Banyak hal contoh yang menggambarkan sikap orang yang selalu percaya diri dan mampu meyakinkan diri dan menjelma menjadi pribadi baik yang percaya diri, karena percaya diri itu adalah kekuatan yang saat ini jarang dimiliki semua orang, padahal itu adalah modal utama untuk bekal menjadi sukses nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published.