Jakarta — Pemerintah melalui Kementerian Agama secara resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Penetapan ini diumumkan setelah pelaksanaan sidang isbat yang melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan ormas Islam, ahli astronomi, serta instansi terkait.
Keputusan tersebut didasarkan pada hasil pemantauan hilal (rukyatul hilal) di berbagai titik di Indonesia serta perhitungan astronomi (hisab). Pemerintah menyatakan bahwa posisi hilal telah memenuhi kriteria yang ditetapkan, sehingga awal bulan Syawal dapat ditetapkan pada tanggal tersebut.
Dengan ditetapkannya 1 Syawal, umat Islam di seluruh Indonesia akan merayakan Hari Raya Idulfitri secara serentak pada Sabtu, 21 Maret 2026. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menyambut hari kemenangan dengan penuh rasa syukur serta tetap menjaga ketertiban dan kebersamaan.
Selain itu, pemerintah berharap momentum Idulfitri dapat mempererat tali silaturahmi antar sesama serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Sidang isbat sendiri merupakan mekanisme resmi pemerintah dalam menentukan awal bulan Hijriah, khususnya Ramadan, Syawal, dan Zulhijah, guna memberikan kepastian bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah.
Dengan pengumuman ini, masyarakat kini dapat mulai mempersiapkan diri menyambut Hari Raya Idulfitri, baik dari sisi ibadah maupun tradisi yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia.